Rabu, Oktober 07, 2020

Kita adalah jembatan pengetahuan masa depan



Kamu tidak perlu merasa was-was. Tapi kamu perlu mempertanyakan siapa dirimu dan untuk siapa kamu hidup. Pertama, jika ada keluarga dan tetanggamu yang sedang hamil, kunjungilah. Kamu bisa melihat perut sang ibu dan kemudian mengusapnya.

Bentuk perut itu buncit, dan membulat besar. Kulit perut tertarik mengencang. Pada keadaan tertentu bayi dalam perut apalagi jika usia kandungannya sudah mencapai sembilan bulan, akan terus bergerak. Kadang-kadang sang ibu akan tersentak jika si bayi dalam perut itu menendang, dan menyikut. Bayi dalam perut itu juga bahkan bisa bersin, kenyang, dan mengantuk. Seperti anak kecil yang sudah lahir. Ya, tepat seperti kamu dan saya.

Jika bayinya ada dalam perut, apakah bercampur dengan makanan si ibu? Itu pertanyaan yang bagus. Tapi jawaban untuk hal itu, adalah tidak. Bayi itu tempatnya di rahim. Makanan dari si ibu tempatnya di lambung. Dalam perut ada banyak tempat yang menawan. Jika melihatnya secara anatomi, maka itu tempat membingungkan juga. Ada usus yang menjadi jalur makanan masuk ke lambung. Setelah makanan itu dicerna, atau dihancurkan dengan cairan lambung di dalamnnya, protein, vitamin, serta zat lain yang dibutuhkan oleh tubuh akan diserap. Dialirkan melalui darah ke jantung. Sementara ampas makanan, akan terbuang melalui dubur. Ini lah yang kemudian menjadi kotoran, ketika kamu berak.

Sementara rahim itu menyerupai kantong plastik tipis, tapi sangat kokoh. Susah robek meski si bayi banyak bergerak. Rahim ini, saat sudah diisi oleh bayi akan ikut mengembang. Dan bisa saja saling bersisihan dengan lambung. Tapi kamu harus ingat, proses terbentuknya bayi dalam rahim, pelan-pelan akan membentuk struktur tulang, kulit, hingga mirip manusia. Di rahim, akan terbentuk jatung, kepala, otak, lambung, dubur, kelamin, tangan, kaki, mata, telinga, ini tempat semua bermula. Titik awal kamu dan saya.

Rahim itu, bentuknya lucu. Kalau pernah melihat gambarnya, itu seperti bulatan lonjong. Tempatnya di bagian dalam pangkal vagina. Jadi hanya perempuan yang punya rahim, laki-laki tidak memilikinya. Dalam rahim, ada plasenta. Ini lah yang yang membungkus bayi, dipenuhi air. Jadi si bayi, dalam rahim seperti berenang yang membuatnya begitu dinamis. Jika ibunya, tidur miring, maka bayi akan mencari sendiri posisi nyamannnya. Begitu pula bahkan ketika si ibu berdiri.

Ketika bayi itu dilahirkan, apakah melalui persalinan normal, dan caesar (melalui operasi), bayi itu begitu licin. Jika persalinanya normal, kepala bayi inilah yang pertama keluar melalui mulut rahim dan ditarik bidan atau pula dukun beranak melalui vagina si ibu.

Bayi-bayi ini, akan keluar dengan tali pusar yang menghubungkannya dengan plasenta. Tali plasenta itulah yang dalam rahim selama sembilan bulan menjadi jembatan saluran makanan atau asupan gizi yang didapatkannya melalui sang ibu.

Jadi selama masa kehamilan, sang ibu harus mengkonsumsi makanan sehat, selain untuk kesehatan dirinya, juga untuk memberi nutrisi pada sang calon bayi. Sebentar, apakah kamu berpikir seperti benalu? Tanaman yang menggantung pada tanaman lain, lalu menguras nutrisi sang inang? Tentu saja tidak.

Bayi dalam kandungan, tidak menghisap nutrisi si ibu, melainkan berbagi bersama. Jika sang ibu, tidak mengkonsumsi makanan sehat, maka bayi dalam kandungan akan bertumbuh kurang maksimal. Bahkan ada banyak kejadian, bayi dalam kandungan bisa mati, tak sempat dilahirkan.

Semu orang bermula dari gumpalan darah, lalu membesar membentuk bagian per bagian, kemudian lahir dengan sempurna. Pada tahap ini, apakah kamu dan aku sepakat, bahwa kita benar-benar dalam satu proses yang sama?

Coba kau ingat, dan tanyakan pada orang tuamu, bagaimana kamu dulu dilahirkan. Lalu tanyakan pada orang tuamu, bagaimana dia dilahirkan dulu, lalu jika nenek dan kakekmu masih hidup tanyakan juga pada mereka. Dan semakin kau mencari ke bagian awal pohon keluargamu, maka kau tidak akan menemukan sedikit pun perbedaan.

Apakah kamu masih ingat mengenai leluhur kita yang hidup dalam gua? Orang tua mereka pun hamil dan melahirkan. Kemungkinan, kamu dan saya, memiliki bagian DNA dari mereka. Kita adalah bagian dari manusia yang lebih awal hidup dalam gua.

Yeahhh, kita adalah manusia gua. Kau bisa bersorak mengenai itu.

Menjadi bagian manusia masa lalu, adalah hal yang menyenangkan. Bukankah saya sudah mengajakmu berkenalan dengan teknologi mereka yang mengagumkan. Mata panah, alat batu, bentukan rumah, ceruk gua, hingga lukisan dinding yang menawan. Membuat semua itu tentu saja dibutuhkan ketekunan dan kecerdasan.

Leluhur kita bukanlah bangsa primitif yang selama ini orang menyamakannya sebagai terbelakang. Ketinggalan zaman. Tidak menggunakan pakaian, dan tidak berbudaya. Kamu dan saya, harus membusungkan dada, kita adalah mahluk penghuni bumi yang terus menerus belajar. Terus menerus mencari hal baru.

Tapi, kelak jika kamu mulai mengenal semua itu, maka semua harus dilakukan dengan bijaksana. Sama seperti itu para leluhur kita, mengajarkan nenek dan kakek kita, mengkonsumsi makanan yang sehat untuk menumbuhkan generasinya.

Kamu dan saya, akan terus belajar melihat dunia. Kemudian, kelak akan mati, lalu digantikan generasi baru. Kamu dan saya akan meninggalkan jejak kebudayaan, yang akan dipelajari manusia selanjutnya. Inilah, kenapa kita tak pernah memikirkan hari ini, melainkan bekerja untuk keadaan yang lebih baik. Akhirnya, kamu dan saya dilahirkan untuk menjadi jembatan pengetahuan manusia selanjutnya. 
x

0 comments:

Posting Komentar